Thursday, January 19, 2012

Dua Wira Yang Berjasa


"Many people remember a fallen soldier as a person in uniform. Sometimes that soldier is the four legged friend who saved your life by being a bomb-sniffing dog and finding the IED and warns you about it before it explodes." Michael Hoffman

It is estimated that these dogs save an average of 3-5 soldiers lives A DAY and an average of 150 lives throughout their careers. Wow. That's a 150 people who can go home to their families because of one single K9 soldier's efforts. 150 mother's hearts who will not be broken while they are accepting a folded flag at their child's funeral. 150 parents who will see their children grow up. And untold numbers of children who will not have to grow up without their parent. Because of one dog.

Thank a hero, thank a four legged soldier. And what wonderful soldiers they are. RIP, heroes.

I was originally reluctant to share this photo of stark sadness, but respect, because I was afraid that it would be too much for some people to handle. Well, I was wrong. This is a very sad but beautiful reminder of those four legged heroes who have paid the ultimate price, and one that everyone needs to see. These dogs do this, not because they "love their country" but because they love their handlers....they would and do sometimes die for that loyalty...that is love in its purest form. Thank you to Lynn Walker and Elaine Rose for bringing this photo to my attention. And please share this if you feel moved to do so. ~cheryl

*I do not know the story behind this photo or the manner in which these MWDs lost their lives. If anyone does, please post it below in comments so that I can update it in the description. Thank you.

Thursday, January 12, 2012

Rumah Wardina Safiyyah kena Rompak.




Menakutkan ! lebih-lebih lagi bila perompak masuk rumah dengan senjata. Kalau setakat hilang laptop dan harta benda kita tak kisah. Mujurlah tidak ada yang cedera, kalau ada yang cedera atau terkorban bagaimana? Pasti akan terjadi sejarah hitam yang akan dikenang sampai bila-bila. Trauma kepada anak-anak yang masih kecil, kesian mereka masih belum mengerti apa-apa. Bagaimana perompak itu boleh masuk ke dalam rumah dengan mudah? rumah tidak ada geriji kah? tidak ada alarm kah? tidak ada cctv kah ?  sehingga perompak boleh masuk dengan mudah tanpa disedari? Kalau ada cctv pun waktu tidur kita bukan pantau cctv. Orang jahat sentiasa mencari peluang sekiranya ada ruang memang mereka tidak akan lepaskan peluang yang ada. Ermmm...Bila sudah terjadi  perkara begini tidak ada apa lagi yang perlu diperkatakan hanya ucapan takziah untuk Wardina sekeluarga tabahkan hati dalam menempuh dugaan.

https://twitter.com/#!/WardinaSafiyyah

Anjing digunakan untuk memberi amaran awal kepada orang asing yang tidak dikenali. Anjing juga akan memberitahu tuan rumah bahawa ada sesuatu yang asing menghampiri kawasan rumah mereka. Sekurang-kurangnya kita bersedia dengan handphone untuk telefon polis atau bagitau jiran-jiran terdekat. Belum sempat kita nak tel jiran bila anjing menyalak jiran dah intai dari tingkap. Bila situasi begini berlaku kadang-kadang anjing perlu digunakan untuk menjaga keselamatan rumah, keluarga & harta benda. Bukan kita nak bela suka-suka. Memandangkan keadaan sekarang ramai orang jahat  maka harus bagi kita mencari anisiatif atau jalan untuk menjaga keselamatan diri, keluarga, dan harta benda. Teruskan berdoa dan bertawakkal kepada Allah s.w.t. Allah s.w.t  mencipta anjing yang pintar untuk kegunaan manusia, semua ciptaanNYA tidak akan sia-sia.

*1 ekor anjing boleh jaga 1 ekar tanah atau lebih. Dengan kelebihan yang ada pada anjing walaupun dia bertugas di depan rumah tetapi dia boleh mengesan pencuri yang akan masuk melalui pintu belakang. Instinct anjing tidak sama dengan manusia. Radar anjing lagi berkesan. Anjing digunakan oleh pasukan tentera seluruh dunia untuk mengesan dan menjaga kawasan-kawasan mereka. Anjing juga digunakan untuk menjaga pintu gua ketika 7 pemuda sedang tidur didalamnya. Sememangnya ALLAH s.w.t menciptakan anjing untuk menjadi pengawal sejak zaman dahulu lagi. Hebatnya ciptaan tuhan. Pengajaran "Jgn hina orang bela anjing" 

Thursday, January 5, 2012

Anjing yang masuk Syurga

Anjing yang Masuk Surga 
Post:  06/19/2005 Disimak: 94 kali
Cerpen: M. Dawam Rahardjo 
Sumber: Kompas,  Edisi 06/19/2005  

USAMAH adalah seorang keturunan Arab Pakalongan, tapi kawin dengan seorang keturunan Arab juga asal Solo. Karena itu ia bergaul dengan teman-temannya, dari kampung Pasar Kliwon, daerah permukiman keturunan Arab di Solo. Ia juga mengikuti sejumlah orang yang hijrah ke Jakarta. Teman-temannya itu, termasuk ia sendiri, semuanya telah lulus perguruan tinggi, tapi tak semuanya jadi pegawai, sebagian memilih jadi pengusaha. Tapi semuanya sukses, seorang di antaranya berhasil menjadi Direktur Kredit Deutsche Bank, Bank Jerman, dan seorang lagi menjadi direktur sebuah hotel berbintang tiga. Usamah sendiri memilih jadi wartawan sebuah majalah berita terkemuka.

Hampir semuanya mula-mula tinggal di rumah sewa. Tapi suatu ketika mereka sepakat untuk membeli tanah di sepanjang jalan kecil di bilangan Ciputat. Mereka mendirikan rumah berderetan. Usamah juga ikut membeli tanah, tapi ia terpisah, karena ingin memberi tanah yang lebih murah di bagian yang agak dalam, bahkan dekat sawah yang hanya dibatasi oleh sebuah kali kecil. Di situ ia mampu membangun rumah sederhana tapi berhalaman luas. Sebagian pekarangannya dipakai untuk memelihhara ayam. Peternakan ayam yang hanya 100 ekor itu memang cukup berkembang. Tapi pada suatu hari, beberapa ekor dicuri orang. Karena itu seorang sahabatnya menganjurkan agar ia memelihara seekor anjing.

Memelihara anjing di kampung Betawi itu memang sangat riskan, yang memelihara bisa tidak disukai orang sekampung. Teman-temannya dari Solo pun ikut manyarankan agar Usamah tidak memelihara Anjing. Tapi sahabatnya yang mengusulkan itu memberi tahu bahwa memelihara anjing itu diperbolehkan agama. Kebetulan ia mengikuti aliran modern, al Irsyad. Tapi sebelum memutuskan memelihara anjing itu Usamah pernah sowan ke Buya Hamka di Kabayoran Baru, dekat Masjid al Azhar.

"Boleh tidak Buya, seorang Muslim memelihara anjing?" tanyanya, memberanikan diri, maklum bertanya kepada ulama besar.

"Tengok ke halaman rumah. Itu ada anjing besar," jawab Buya.

"Di Minangkabau, memelihara anjing sudah biasa. Bahkan ulama-ulama juga memelihara anjing. Sebagian orang kampung memelihara anjing untuk berburu babi di hutan. Bahkan Pesantren Putri Pandang Panjang, Rahmah el Yunusiyah, itu separuh penghuninya adalah anjing," jelas ulama asal Minang itu.

"Di Mekkah, banyak penduduk yang memelihara anjing," jelasnya lagi. "Orang Muslim dianjurkan untuk menyayangi binatang, termasuk anjing. Nabi sendiri suka dengan kucing. Nabi Daud suka burung dan Nabi Sulaiman bersahabat dengan semua binatang. Pernah ada hadist yang menceritakan. Adanya seorang pelacur yang dinyatakan Nabi akan masuk surga, hanya karena ia memberi minuman kepada anjing yang mau mati kehausan. Bahkan ada pula anjing yang masuk surga, yaitu anjing yang menemani pemuda-pemuda Askhabul Kahfi yang melarikan diri dari tirani raja kafir dan mengungsi di gua dan atas izin Allah, tertidur selama 300 tahun itu," jelas ulama pengarang Tafsir al Azhar itu, yang menceriterakan kisah para pemuda beriman dan seekor anjingnya dalam Al Quran.

Dengan keterangan Buya Hamka itu Usamah, dengan persetujuan seluruh keluarga, memutuskan untuk memelihara seokor anjing. Tak tanggung-tanggung, ia memelihara jenis herder yang disebut German Sheppard yang diberinya nama Nero. Tapi baru berjalan satu setengah tahun, anjing itu pun mati. Menurut dugaan Usamah sendiri yang mendapat informasi dari orang kampung, anjing yang masih muda usianya itu mati diracun, mungkin oleh tetangga yang tak suka. Ia dan keluarga, terutama anak kecilnya, Najib, sangat sedih kehilangan Nero. Tapi kemudian ia bertekad untuk memelihara lagi. Kali ini ia memelihara jenis Gaberman yang diberinya nama Hector.

Sehari-hari Hector menemani anaknya yang terkecil, Faris, bersama pengasuhnya, Minah, bermain-main di rerumputan pinggir kali, dekat sawah. Hector selalu menggonggong keras, jika Faris ingin bermain-main di kali. Jika istri Usamah pergi ke pasar, Hector selalu dibawanya, tapi ia selalu disuruh menunggu di jalan di luar pasar, karena jika ikut masuk, akan mengganggu orang yang takut atau jijik pada anjing. Pada suatu hari, setelah selesai belanja, barang-barang belanjaannya ditaruh di dekat mobil, sedangkan ia kembali ke pasar membeli barang yang kelupaan dibeli. Hector disuruh menunggu. Namun ternyata ada juga oramg yang berusaha mengambil barang belanjaan itu. Ketika mau mengambil kompor, rupanya pencuri itu tidak sadar bahwa ada seekor anjing yang menjaganya. Maka meloncatlah Hector menerkam pencuri itu sambil menggonggong keras-keras.

Mendengar gonggongan anjingnya, maka istri Usamah kembali ke mobilnya. Pencuri itu tidak mengaku mau mencuri, bahkan marah-marah kepada Hector dan istri Usamah.

"Kenapa kamu mau mencuri ?" tanya Bu Usamah.

"Tidak, tidak, saya tidak mencuri," jawab si pencuri.

"Tidak mungkin kamu diterkam oleh anjing saya, jika tidak mau mengambil barang saya."

"Ibu percaya pada saya atau percaya kepada binatang najis itu?" Ibu Usamah merasa glagepan mendengar tangkisan pencuri itu. Orang-orang yang berkerumun sepertinya memahami pertanyaan si pencuri.

"Walaupun seekor anjing, ia tak pernah berbohong. Anjing juga tidak pernah mencuri. Hanya manusia yang suka berbohong dan mencuri," jawab Bu Usamah. Tapi karena tak ada bukti bahwa barangnya telah dicuri, maka pencuri itu pun bebas.

Pernah suatu pagi hari, ada seorang yang rupanya pemuda sekampung sendiri, berusaha mencuri ayam. Ia sempat membawa lari seekor ayam, tapi orang itu keburu lari melompat pagar tanaman, karena mendapat gonggongan Hector. Ketika lari terbirit-birit, Hector mengejarnya sampai tertangkap. Pencuri itu pun, setelah melapas ayam curiannya, teriak-teriak minta tolong. Penduduk kampung pun berusaha menolong si pencuri dengan melepaskan gigitan anjing di bajunya, dan seorang di antaranya mengambil sepotong kayu untuk memukul Hector. Untung Usamah sempat datang mencegah pemukulan. Tapi penduduk malah memarahi Usamah.

"Jaga dong anjingnya. Kalau Bapak tidak datang, anjing itu pasti mati kami hajar."

"Lho Pak, mana mungkin anjing saya ini mengejar orang ini tanpa alasan sepagi hari ini? Ayam saya di kandang ramai berkotek, tanda ada yang mengganggu. Dulu saya pernah kecurian ayam, sebelum punya anjing."

"Apa Bapak tidak tahu, menyentuh anjing saja itu najis hukumnya? Apalagi memelihara. Haram."

"Yang najis itu air liur anjing gila. Anjing ini sehat dan bersih, setia menjaga rumah dan majikannya. Tak pernah mencuri dan berbohong, karena tidak bisa. Anjing itu seperti malaikat. Hanya bisa menjalankan tugas menurut kodratnya," jawab Usamah.

"Masya Allah, Pak Usamah ini termasuk orang yang sesat. Minta ampun pada Tuhan dong karena melanggar ketentuan agama. Benar tidak pak haji?" tanya orang kampung itu kepada seorang yang pakai kopiah putih di sampingnya. Orang yang ditanya itu tidak berkata apa-apa, cuma mengangguk. Usamah tidak mau terlibat dalam perdebatan agama dengan orang kampung yang menurutnya tidak ada gunanya sama sekali.

Sejak peristiwa yang tersebar di seluruh kampung itu, tidak ada lagi orang yang mencoba mencuri ayam. Cuma, ada yang takut bertamu ke rumah Pak Usamah. Padahal Hector tidak menggonggong jika ada tamu. Pernah ada seorang kiai di kampung itu yang menasihati Usamah bahwa rumah yang ada anjingnya tidak dimasuki oleh malaikat. Teman-temannya dari Solo pun menjadi enggan bertamu. Tapi Usamah sendiri percaya bahwa Hector itu sendiri adalah malaikat yang hanya bisa mengabdi tanpa sedikit pun niat untuk berkhianat atau bersikap munafik.

Hector tidak pernah menimbulkan masalah bagi Usamah dan keluarganya dan bahkan merupakan teman baik seluruh anggota keluarga. Kalau siang, Hector sering masuk rumah dan bersama-sama anggota keluarga yang nonton TV. Ia terutama dekat sekali dengan Faris, anaknya yang terkecil. Dan Faris sangat menyayanginya, sering mengelus-elusnya dan mengajaknya bicara. Tapi kalau malam, Hector rela dan biasa tidur di luar rumah, maksudnya mungkin mau menjaga rumah itu dari pencuri yang suka datang malam-malam. Kalau ada yang dicurigainya, baru Hector menggonggong. Karena itu orang yang berniat jahat, mengurungkan niatnya.

Pada suatu sore di hari Sabtu, Usamah sekeluarga menonton TV. Faris sudah berangkat besar, sudah masuk SMP. Ia masih akrab saja dengan Hector. Ketika Usamah sekeluarga sedang santai nonton TV, tiba-tiba Hector masuk ke ruangan. Ia pun dengan santai nongkrong seolah-olah ikut menonton TV. Setelah sejenak duduk, tiba-tiba kepala Hector lunglai kemudian seolah-olah tertidur. Tapi lama benar ia tidur sampai waktunya ia seharusnya keluar rumah. Faris pun menggoyang-goyangkannya, tapi Hector tidak bangun juga. Rupanya, Hector sudah berhenti bernapas.

Melihat Hector tak bangun lagi, seluruh keluarga gempar. Ibu Usamah menangis menjerit-jerit yang diikuti oleh anak-anaknya, terutama Faris. Melihat keadaan itu maka Usamah pun, dengan suara tersendat-sendat berkata: "Anak-anak, manusia pun akan mati, apalagi binatang yang umurnya lebih pendek dari manusia. Hector sudah berumur hampir lima belas tahun, padahal anjing-anjing yang lain hanya berumur sekitar tujuh atau delapan tahun. Inna lillahi wa inna lilahi rojiun. Semuanya berasal dari Allah. Ia dan kelak kita semua juga akan kembali kepadaNya. Abah yakin, Hector akan masuk surga, seperti anjing para pemuda Ashabul Kahfi."

Keesokan harinya, pagi-pagi benar, Hector dimandikan dan dibungkus dengan kain kafan putih, seperti manusia. Ia pun dikuburkan. Pak Usamah sempat membaca doa, sambil menitikkan air matanya. Ia kehilangan malaikat penjaga keluarganya. Sebenarnya, tanpa doa pun, malaikat akan masuk surga. Tapi Hector lebih menyerupai manusia, bagian dari keluarga Usamah.*

Monday, December 5, 2011

Haiwan Apakah Ini?

Malayan Civet


U all kenal tak apakah binatang ini ? Dia telah menceroboh rumah saya dan akhirnya dikepung oleh kedua-dua anjing saya pada jam 3:00am. Saya bingkas bangun angkat senjata terkejut kerana kedua anjing saya menyalak dalam keadaan luar biasa sekali. Kalau ada kucing yang terlepas salakan biasa-biasa saja ini tidak. Tidak pernah mereka menyalak sebegitu kuat gara-gara seekor haiwan kecil ini. Dia berjaya ditangkap dengan bantuan anjing-anjing saya. Mereka mengepungnya dan elak dia masuk ke dalam carrier. Saya takut juga nak menangkap haiwan kecil ini. Risau kalau digigit. Saya kurang pasti apakah dia, Musang atau bokbong ? Sesiapa tahu species apakah ini ? Dia nampak comel tapi sayang saya tidak boleh memeliharanya. Kini saya membawanya ke Klinik Haiwan untuk rawatan. Bimbang sekiranya anjing-anjing saya mengigitnya malam tadi. Mengikut penelitian doktor ,dia dalam keadaan baik tiada apa-apa kecederaan yang berlaku. Saya risau sekiranya dia cedera. Agak sukar untuk dia kembali ke hutan sekiranya berlaku kecederaan. Susah baginya untuk mencari makanan. Syukurlah semuanya baik dan dia akan kembali ke hutan seperti biasa. Terima kasih kerana melawat rumah saya, jumpa lagi.

Monday, October 3, 2011

Qitmir Anjing yang diberkahi

Buku yang menceritakan tentang Anjing dalam Al-Quran. Sekiranya ada sesiapa yang berminat ingin memiliki buku ini sila hubungi saya di email ummukittun@gmail.com. Harga senaskah RM18.00 tidak termasuk kos pos. Limited Edition.

Monday, September 26, 2011

Kesetiaan

Saturday, September 10, 2011

Tunai Hak Kepada Haiwan Peliharaan

Satria, memiliki rottweiler satu pengalaman yang mencabar.

Sejak akhir-akhir ini saya agak sibuk sedikit, masa untuk membawa shinu & satria beriadah sangat-sangat terhad. Kebiasaannya hari minggu saya akan bawa mereka jalan-jalan ke pantai. Saya memilih pantai sebagai tempat beriadah kerana tempatnya yang luas, puas untuk kedua anjing saya berlari riang. Walau bagaimana pun saya akan pastikan kedua anjing saya akan dibawa keluar berjalan-jalan disekitar kawasan kejiranan setiap hari. Sekiranya waktu petang tidak sempat saya akan pastikan waktu malam mereka akan dibawa keluar. Tak kiralah jam berapa kadang-kadang jam 3am pun saya akan bawa mereka keluar.

Beginilah keadaannya sekiranya saya membawa satria keluar
Stream saya hanya muat untuk dia.
Bila kita memelihara sesuatu adalah menjadi tanggungjawab kita menguruskan haiwan-haiwan itu dengan sempurna. Sekiranya mereka diabaikan akan menjadi satu dosa pula. Mereka juga ada hak mendapat layanan yang baik, disayangi dan dihormati. Walaupun mereka haiwan hak-hak mereka juga harus ditunaikan. Seekor anjing memiliki perasaan yang jauh lebih cerdik dari haiwan lain. Sekiranya kita memberi dia layanan yang baik mereka sama sekali tidak akan sia-siakan jasa itu. Mereka tak minta rumah yang cantik, mereka tak minta makanan yang mahal-mahal, cuma mereka inginkan makanan yang cukup, tempat tinggal, kasih sayang, belaian dan perhatian yang sewajarnya.


Ada suara sumbang berkata bela anjing sebagai pet adalah satu dosa dan akan mengurangkan pahala setiap hari sebanyak 1 kirat. Anda tahu ke berapa sukatan 1 kirat tu ? dan anda tahu tak berapa ganjaran yang Allah janjikan kepada mereka yang memberi sedekah dengan ikhlas ? Sekiranya anda tahu kelebihan amal pasti akan tahu jawapannya. Memberi makan & minum kepada makhluk Allah itu adalah satu sedekah, memberi tempat tinggal dan layanan yang baik kepada mahkluk Allah satu sedekah, memberi rawatan ketika mereka sakit juga satu sedekah.

Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya Allah Ta'ala menggandakan di kalangan kamu pahala sedekah, sebiji tamar atau sesuap makanan, sebagaimana digandakan di kalangan kamu ternakan anak kuda atau anak unta, sehingga sedekah itu menjadi sebesar Gunung Uhud!"

Sekiranya kita menyedekahkan sebiji tamar dengan ikhlas hati maka ganjarannya adalah sebesar gunung Uhud. Sedekah yang ikhlas akan digandakan oleh Allah Ta'ala daripada sekecil biji tamar lalu menjadi sebesar Gunung Uhud, bagaimana kalau sedekah ikhlas itu sebanyak 1 kg Royal canin (bayangkan kalau sekiranya 1kg ada sebanyak 100 biji kurma) diberikan sedekah kepada makhluk yang harapkan bantuan, maka Allah taala akan menggandakan pahalanya itu sehingga sebanyak 100 kali sebesar Gunung Uhud! MasyaALLAH..100 kali sebesar Gunung Uhud! Allah itu maha Adil lagi maha bijaksana. Dan sedekah itu tidak hanya terbatas kepada manusia sahaja malah kebajikan kepada haiwan juga dikira sedekah.

Saya mempunyai dua ekor anjing, dan kedua-dua mereka adalah haiwan kesayangan saya. Mereka berkhidmat untuk saya dan keluarga. Anjing adalah haiwan yang setia malah lebih setia dari pekerja yang di gaji setiap hari.. Dia sentiasa menunggu tuannya untuk datang bermain. Sekiranya tidak ada waktu bermain cukuplah sekadar bersembang dan bercakap-cakap dengannya. Dia akan faham walaupun kita bercakap dalam bahasa apa sekali pun. Cakap bahasa melayu dia faham, cakap bahasa cina dia faham, cakap inggeris pun dia akan faham juga. Anjing memahami diri kita melalui gerak hati. Itu kehebatan yang dimiliki oleh seekor anjing yang tidak ada pada binatang lain. Rugi rasanya kita manusia tidak menggunakan haiwan bijak ciptaan Allah ini untuk tujuan kebaikan. Tidak kira ia anjing kecil atau besar fungsinya sangat berguna. Anjing kecil contohnya mereka punyai kehebatan menyalak seperti Alarm / penggera. Apabila sesuatu benda yang di kira asing, mereka akan memberi amaran tanpa henti. Dari jauh mereka akan menyalak tujuan untuk memberitahu pemilik ada benda asing di kawasan mereka. Secara tidak langsung ia telah mengejutkan kita. Anjing besar pula cenderung untuk menyerang. Saya amat kagum dengan kebolehan makhluk Allah ini. Kita sendiri pun tidak ada kelebihan seperti itu. Walhal kita makhluk yang mulia.


p/s: Satu 'kirat' = pahala sebesar gunung Uhud. Gunung Uhud itu adalah banjaran gunung yg terasing yg panjangnya sejauh 7.5 kM
PANDANGAN DALAM LAMAN INI TIDAK SEMESTINYA MENUNJUKKAN SIKAP PENULIS SEBENAR. KEWUJUDANNYA JUGA BUKANLAH UNTUK MENGHINA DAN MENJATUHKAN MARUAH MANA-MANA PIHAK. JUGA BUKAN UTK MENYENTUH SENSITIVITI SESIAPA PUN. SEGALA YANG TERKANDUNG DI DALAM BLOG INI ADALAH HAK CIPTA TERPELIHARA. MANA-MANA PIHAK YANG INGIN MENYALIN BAHAN YANG TERKANDUNG DI DALAM BLOG INI HARUSLAH MENDAPAT IZIN DARI PEMILIK BLOG. SEGALA YANG ADA DI BLOG INI JUGA ADALAH HAK MILIK PERIBADI, TIDAK MELIBATKAN, MENGHINA , MEMBURUKKAN DAN MEMFITNAH MANA-MANA INDIVIDU LAIN. SEGALANYA BERPANDUKAN KEPADA PEMILIK BLOG INI SENDIRI. PEMILIK BLOG TIDAK AKAN BERTANGGUNGJAWAB ATAS SEBARANG KEJADIAN YANG TIDAK DIINGINI BERLAKU

Followers